"A Man can't make a mistake can't make anything"

Monday, 13 October 2014

leprosy / lepra / kusta

INTRODUCTION

 ini tulisan lepra / kusta  saya  herry setya yudha utama mencoa paparkan
On the day of leprosy worldwide was falling on January 25, Indonesia was in the position of the 3rd world for new leprosy cases. The position of the two major populated by India and Brazil. The public stigma of leprosy is still not good where leprosy is a curse or karma disease. Leprosy recorded in Indonesia in 2010 showed as many as 17 200 new cases of leprosy and of that number as many as 1882 or about 10% in the second level of disability or handicap that is not visible, whereas in India the same year there were 126 600 new cases of leprosy sufferers, while Brazil there are 34 849 the new lepers. It is worried thing is as much as 1904 cases of leprosy in Indonesia suffered by children. This indicates that the transmission of leprosy still exists in society and the discovery of new cases there was delay. Ironic. The leaders scramble position and seat, while the people still continue to pick up from the development of leprosy.Here will be presented regarding the disease and how to handle and reconstruct the defect that caused the disease in the surgical field.



leprosy / lepra / kusta

INTRODUCTION

 ini tulisan lepra / kusta  saya  herry setya yudha utama mencoa paparkan
On the day of leprosy worldwide was falling on January 25, Indonesia was in the position of the 3rd world for new leprosy cases. The position of the two major populated by India and Brazil. The public stigma of leprosy is still not good where leprosy is a curse or karma disease. Leprosy recorded in Indonesia in 2010 showed as many as 17 200 new cases of leprosy and of that number as many as 1882 or about 10% in the second level of disability or handicap that is not visible, whereas in India the same year there were 126 600 new cases of leprosy sufferers, while Brazil there are 34 849 the new lepers. It is worried thing is as much as 1904 cases of leprosy in Indonesia suffered by children. This indicates that the transmission of leprosy still exists in society and the discovery of new cases there was delay. Ironic. The leaders scramble position and seat, while the people still continue to pick up from the development of leprosy.Here will be presented regarding the disease and how to handle and reconstruct the defect that caused the disease in the surgical field.



Wednesday, 8 October 2014

ALGORITMA PENATALAKSANAAN CIDERA KEPALA/ HEAD INJURY

BAB I
PENDAHULUAN
           saya herry setya yudha utama mencoba menyajikan tulisan ini untuk masyarakat. Di negara berkembang seperti Indonesia, seiring dengan kemajuan teknologi dan pembangunan, frekuensinya cenderung makin meningkat. Cedera kepala berperan pada hampir separuh dari seluruh kematian akibat trauma, mengingat bahwa kepala merupakan bagian yang tersering dan rentan terlibat dalam suatu kecelakaan. Kasus cedera kepala terutama melibatkan kelompok usia produktif, yaitu antara 15-44 tahun dan lebih didominasi oleh kaum laki-laki dibandingkan perempuan. Penyebab tersering adalah kecelakaan lalu lintas dan disusul dengan kasus jatuh terutama pada kelompok usia anak-anak.
Trauma capitis adalah cedera pada kepala yang dapat melibatkan seluruh struktur lapisan, mulai dari lapisan kulit kepala atau tingkat yang paling  “ringan”, tulang tengkorak, duramater, vaskuler otak, sampai jaringan otaknya sendiri; baik berupa luka yang tertutup, maupun trauma tembus.
Untuk rujukan penderita cedera kepala, perlu dicantumkan informasi penting seperti: umur penderita, waktu, mekanisme cedera, status respiratorik dan kardiovaskuler, pemeriksaan minineurologis (GCS) terutama nilai respon motorik dan reaksi cahaya pupil, adanya cedera penyerta, dan hasil CT Scan.
            Pada penderita harus diperhatikan pernafasan, peredaran darah umum dan kesadaran, sehingga tindakan resusitasi, anmnesa dan pemeriksaan fisik umum dan neurologist harus dilakukan secara serentak.  Tingkat keparahan cedera kepala harus segera ditentukan pada saat pasien tiba di Rumah Sakit.


TUMOR MARKER TERKINI DI BIDANG KEDOKTERAN BEDAH

Pendahuluan
Saya herry setya yudha utama mencoba menyuguhkan tulisan. Kemajuan dalam pengetahuan dan teknologi dalam perkembangan imunologi, membawa sebuah proses dalam deteksi dini kanker. Juga sebagai pendeteksi diagnosis, memantau perkembangan kanker, dan penentuan prognosis. Identifikasi kandungan dari tumor dapat membantu diagnosis dan memprediksi penyebab penyakit.
Dengan kemajuan perkembangan labratorium teknologi dan kemajuan bioteknologi, sekarang dapat mendeketksi marker sebuah kegananasan. Tidak hanya dari jaringan sekitar kanker dapat juga hingga mendeteksi hingga bagian sel.
Karena gejala klinis dari kanker dimulai dari pertumbuhan sell yang tidak terkontrol, kanker disebut sebagai penyakit sel atau jaringan dengan cirri khas pertumbuhan yang tidak terkontrol dimana dapat menginfiltrasi jaringan maupun organ sekitar, namun sekarang kanker disetujui disebabkan oleh karena akumulasi dari mutasi beberapa gen. Serologi tumor marker didefinisikan sebagai produk dari tumor pada darah dimana menunjukan dari refleksi dari massa tumor pada tubuh.

DEFINISI
Pada transformasi malignan, setiap pembelah sel akan menghasil sel malignan yang baru. Pada proses ini, sel malignan membutuhkan beberapa unsur baru yang membedakan mereka dengan sel nonmalignan dari origin yang sama. Unsur yang dibutuhkan dapat berupa perubahan pada morfologi selular, fisiologi, atau perubahan pada pertumbuhan sel. Perbedaan antara sel normal dengan malignan ini dapat dijadikan kunci mendeteksi sel malignan.Dengan adanya hal ini, lahirlah istilah tumor marker.Tumor marker adalah substansi yang dideteksi pada proses tersebut.
Nyatanya, perbedaan antara sel tumor dengan normal muncul dalam tingkat yang berbeda-beda. Adanya hal ini membuat variasi pada tumor marker yang beragam untuk menggambarkan berbagai substansi dan proses selular yang beranekaragam. Akibatnya, antigen membran, hormon, enzim, poliamin, nukleosida, produk onkogen, produk tumor suppressor genes, atau ploidi DNA dan propors sel dalam fase S di siklus hidup (aktivitas proliferatif) dapat digolongkan sebagai tumor marker. Bidang yang berbeda pada onkologi menggunakan tumor marker yang berbeda bergantung pada kebutuhan dan teknik follow up. Misalnya, tumor marker pada onkologi klinik berbeda pada biologi molekular, berbeda pula untuk imunohistokimia untuk fisiologi. Penggunaan tumor marker didasarkan pada sensitivitas dan spesifisitas marker dan kemampuan metode lain yang dapat digunakan untuk tujuan yang sama

Dr Herry Setya Yudhautama SpB. FInaCS. MHKes. ICS: GERHANA BULAN / MATAHARI MUNCUL

Dr Herry Setya Yudhautama SpB. FInaCS. MHKes. ICS: GERHANA BULAN / MATAHARI MUNCUL: GERHANA BULAN TOTAL.Hari Rabu,8 Oktober 2014 bertepatan dengan 13 Dzul Hijjah 1435 H Kontak Awal Gerhana jam. 16 14' 48" WIB- Awal...