"A Man can't make a mistake can't make anything"

Saturday, 15 November 2014

Acquired Prothrombin Complex Deficiency (APCD) aspek bedah

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1           Latar Belakang
 adanya Perdarahan akibat defisiensi vitamin K (PDVK) disebut juga sebagai Hemorrhagic Disease of the Newborn (HDN), dahulu lebih dikenal dengan Acquired Prothrombin Complex Deficiency (APCD). PDVK adalah perdarahan spontan atau akibat trauma yang disebabkan karena penurunan aktivitas faktor koagulasi yang tergantung vitamin K (faktor II, VII, IX, dan X) sedangkan aktivitas faktor koagulasi lain, kadar fibrinogen, dan jumlah trombosit, masih dalam batas normal. Kelainan ini akan segera membaik dengan pemberian vitamin K.1

STRUMA UPDATE HERRY SETYA YUDHA UTAMA



TINJAUAN PUSTAKA

Definisi
Struma adalah suatu pembengkakan pada leher oleh karena pembesaran kelenjar tiroid. Pembesaran kelenjar tiroid dapat disebabkan oleh kurangnya diet iodium yang dibutuhkan untuk produksi hormon tiroid. Terjadinya pembesaran kelenjar tiroid dikarenakan sebagai usaha meningkatkan hormon yang dihasilkan.

Penyebab
Adanya struma atau pembesaran kelenjar tiroid dapat oleh karena ukuran sel-selnya bertambah besar atau oleh karena volume jaringan kelenjar dan sekitarnya yang bertambah dengan pembentukan struktur morfologi baru. Yang mendasari proses itu ada 4 hal utama.
1. Gangguan perkembangan, seperti terbentuknya kista (kantongan berisi cairan) atau jaringan tiroid yang tumbuh di dasar lidah (misalnya pada kista tiroglosus atau tiroid lingual).
2. Proses radang atau gangguan autoimun seperti penyakit Graves dan penyakit tiroiditis Hashimoto.
3. Gangguan metabolik (misal, defisiensi iodium) serta hyperplasia, misalnya pada struma koloid dan struma endemik.
4. Pembesaran yang didasari oleh suatu tumor atau neoplasia meliputi adenoma – sejenis tumor jinak – dan adenokarsinoma, suatu tumor ganas.

TRAUMA KIMIA UPDATE

BAB I
PENDAHULUAN


     Saya herry setya yudha utama menampilkan ,Trauma  kimia  adalah  iritasi  dan  kerusakan  pada  jaringan  manusia yang  disebabkan oleh  paparan  bahan  kimia,  biasanya  melalui  kontak langsung dengan bahan kimia atau uapnya. Trauma kimia dapat terjadi di rumah, di tempat kerja atau sekolah, atau sebagai akibat dari kecelakaan atau serangan. Banyak luka akibat cairan kimia terjadi tanpa sengaja melalui penyalahgunaan produk seperti perawatan rambut, kulit dan kuku. Sebagian besar trauma kimia disebabkan baik oleh asam kuat atau basa kuat (misalnya, asam hidroklorida atau natrium hidroksida. Asam merusak dan membunuh sel-sel dengan koagulasi sel sedangkan basa mencairkan sel. Kontak yang terlalu lama dapat menyebabkan kerusakan parah pada jaringan manusia dan, jika pasien selamat, menyebabkan jaringan parut dan kecacatan. Bahan kimia lain seperti oksidan dan logam tertentu juga dapat menyebabkan trauma kimia yang  demikian.  Membatasi  lamanya  paparan  terhadap  bahan  kimia  dapat sangat mengurangi efek kerusakan terhadap tubuh.1

stop press , ebola sudan makan korban 5000 an meninggal

ebola sudan makan korban 5000 an meninggal per hari ini menurut pengumuman WHO 

Saturday, 25 October 2014

ANASTESI REGIONAL UPDATE


DAFTAR ISI

Kata Pengantar..........................................................................................................................1
Daftar Isi.................................................................................................................................   2
BAB I     PENDAHULUAN…..............................................................................................   3
BAB II            TINJAUAN PUSTAKA     
2.1  Definisi…………………................................................................................................   4
2.2  Persiapan ………………………………………………..................................  4
            2.3  Keuntungan ….......................................................................................................4
            2.4  Kerugian ..……...……………...............................................................................5
            2.5 Klasifikasi ………………………………………….....….…................................5
                2.5.1 Blok sentral ……………........…...………………..........................................5
                        2.5.1.1 Anestesi spinal .....................................................................................5
                        2.5.1.2 Analgesia Epidural .............................................................................14
                        2.5.1.3 Analgesia Kaudal ...............................................................................17
               2.5.2 Blok Perifer     ................................................................................................ 20
                        2.5.2.1 Anestesi Lokal ....................................................................................20
                        2.5.2.2 Infiltrasi Lokal ....................................................................................24
                        2.5.2.3.Analgesia Permukaan .........................................................................24
                        2.5.2.4 Blok Lapangan .................................................................................. 24
                        2.5.2.5 Analgesia Regional Intravena ............................................................24
BAB III KESIMPULAN ....................................................................................................... 26
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................................  27




PENDAHULUAN

setiap pasien yang akan menjalani tindakan invasif,seperti tindakan bedah akan menjalani prosedur anestesi. Anestesi sendiri secara umum berarti suatu tindakan menghilangkan rasa sakit ketika melakukan pembedahan dan berbagai prosedur lainnya yang menimbulkan rasa sakit pada tubuh1
Obat Obatan untuk menghilangkan nyeri terbagi ke dalam 2 kelompok, yaitu analgetik dan anestesi. Analgetik adalah obat pereda nyeri tanpa disertai hilangnya perasaan secara total. Seseorang yang mengkonsumsi analgetik tetap berada dalam keadaan sadar. Analgetik tidak selalu menghilangkan seluruh rasa nyeri, tetapi selalu meringankan rasa nyeri. Beberapa jenis anestesi menyebabkan hilangnya kesadaran, sedangkan jenis yang lainnya hanya menghilangkan nyeri dari bagian tubuh tertentu dan pemakainya tetap sadar 3
 beberapa tipe anestesi, yang pertama anestesi total, yaitu hilangnya kesadaran secara total, anestesi lokal, yaitu hilangnya rasa pada daerah tertentu yang diinginkan (pada sebagian kecil daerah tubuh), anestesi regional yaitu hilangnya rasa pada bagian yang lebih luas dari tubuh oleh blokade selektif pada jaringan spinal atau saraf yang berhubungan dengannya 3
Pembiusan lokal atau anestesi lokal adalah salah satu jenis anestesi yang hanya melumpuhkan sebagian tubuh manusia dan tanpa menyebabkan manusia kehilangan kesadaran. Obat bius jenis ini bila digunakan dalam operasi pembedahan, maka setelah selesai operasi tidak membuat lama waktu penyembuhan operasi1







TINJAUAN PUSTAKA


2.1. DEFINISI
                  Anestesi regional adalah  hambatan impuls nyeri suatu bagian  tubuh sementara pada impuls saraf sensorik, sehingga impuls nyeri dari satu bagian tubuh diblokir untuk sementara (reversibel). Fungsi motorik dapat terpengaruh sebagian atau seluruhnya,tetapi pasien tetap sadar.2